Mengapa ekonomi Indonesia sulit untuk maju akibat dominasi sektor informal, inkompetensi kebijakan, rekrutmen tidak sehat, dan lemahnya integritas.
berita

Lingkaran Setan Informalitas: Mengapa Ekonomi Indonesia Sulit Berpindah ke Sektor Formal?

Fenomena sektor informal di Indonesia bukan lagi alternatif, melainkan jebakan struktural. Artikel ini membedah mengapa ekonomi Indonesia sulit untuk maju dan berpindah ke sektor formal.

Persib menang, liga berkembang, regulasi 11 pemain asing, dan ambisi ekonomi PSSI dalam membangun nilai jual Liga Indonesia.
olahraga

Persib Menang, Liga Berkembang: Di Balik Regulasi 11 Pemain Asing dan Ambisi Ekonomi PSSI

Kemenangan Persib Bandung di Liga 1 2025 membuka diskusi besar tentang regulasi 11 pemain asing, ambisi ekonomi PSSI, dan masa depan sepak bola Indonesia antara prestasi, bisnis, dan kesejahteraan rakyat.

Dilema UMP 2025 dan dampaknya terhadap kesejahteraan rakyat, UMKM, pekerja informal, serta tantangan ekonomi nasional.
berita

Dilema Kenaikan UMP 2025: Mengapa Angka 6,5% Belum Cukup Menjamin Kesejahteraan Rakyat?

Kenaikan UMP 2025 sebesar 6,5% menimbulkan dilema. Artikel ini membahas dampaknya bagi pekerja formal, informal, UMKM, inflasi, serta peran Program Makan Bergizi Gratis.

Resesi Pernikahan di Indonesia 2025 dianalisis dari perspektif sosiologis dan ekonomi, termasuk fenomena KUA turun ke jalan.
berita

Resesi Pernikahan: Analisis Sosiologis dan Ekonomi di Balik KUA "Turun ke Jalan" 2025

Fenomena turunnya angka pernikahan di Indonesia memunculkan respons unik berupa KUA turun ke jalan. Artikel ini menganalisis akar masalah ekonomi, pergeseran norma sosial, dan tantangan struktural yang dihadapi generasi muda.

Membedah krisis pengangguran lulusan S2 dan S3 di Indonesia 2025 akibat ketidaksesuaian pendidikan dan pasar kerja
berita

Paradoks Gelar Akademik: Membedah Krisis Pengangguran Lulusan S2 dan S3 di Indonesia 2025

Fenomena pengangguran lulusan S2 dan S3 di Indonesia 2025 menunjukkan paradoks gelar akademik, ketidaksesuaian pasar kerja, diskriminasi usia, dan lemahnya link and match pendidikan tinggi.